Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Lautan Surga Bunaken, Cinta Terlarang Ini Dosa Siapa? Episode 44

Cinta Terlarang Ini Dosa Siapa? Episode 44, Surga Bunaken 



Novel Cinta Terlarang- salahnya lelaki memiliki istri lebih dari satu? Berbagi adalah keindahan. Pertempuran sampai pada puncak. Langit-langit kamar Angela memudar di mata Bayu. Ranjang itu terasa seperti awan yang membumbung membawa tubuhnya melayang. 

Jemari dan tangan Angela masih meremas memegang erat. Pagutan basah mereka masih mengulum-menyedot. Dunia nyata seakan berkeping-keping. Meledak mengamburkan pijar-pijar pelangi di kepala Bayu. Sungguh menakjubkan!

"Terimakasih untuk segalanya. I love you, Bang," ucap Angela manja dalam pelukan. 

Lalu sepi bagai turun dari langit. Bayu tergeletak lemas. Angela tertelungkup di sebelahnya, dengan kepala tersandar ke dadanya. Nafas mereka berdua masih memburu. Samar-samar terdengar detik jam dinding. Pagi sedang menuju siang cerah.

"I love you too. Thanks you very much, Dear," balas Bayu melemparkan senyuman. 

Setelah segalanya tenang, Bayu bangkit dan mengambil handuk. Angela menuju kamar mandi. Olahraga pagi penuh bahagia, hanya ranjang yang berantakan tidak keruan.

Kepulangan Angela dan suaminya ke Tomohon kali ini berbuah manis, segalanya kembali sediakala. Hubungan keluarga Warou itu kembali kuat.

Surga Laut Bunaken, Bening Tembus Warna


Memasuki bulan Mei, Bayu dan Angela memutuskan liburan ke Bunaken, sekalian mumpung di Manado. 

Jauh hari saat masih di Bandung, mereka sudah memesan hotel dan menyiapkan keperluannya belanja di Tomohon. 

"Apa Abang pernah merasakan cemburu?"

Angela menatapnya tajam. Jendela kaca kapal Katamaran mulai menyuguhkan lukisan bergerak keindahan biota laut.

"Pernah. Abang orangnya sangat pencemburu. Apalagi melihat orang tercinta bersama orang lain. Pasti sakit rasanya. 

"Sakit? Sangat sakit sekali, Bang... Apa aku boleh jujur tapi Abang janji tidak akan marah?"

"Kenapa tanya seperti itu, Angela? Ya udah cerita saja."

Air laut begitu jernih, suhunya juga hangat. Memanjakan mata melihat keindahan biota laut. Bayu terlihat seperti acuh dengan segala pertanyaan Angela yang mulai aneh. Ia sedang asik mengamati koral laut bermekaran. 

"Aku... aku sayang banget sama Abang."

Bayu menoleh dan mendaratkan kecupan hangat dikening istrinya. 

"Hanya hatiku sakit sekali saat Abang menikah dengan Celine. Iya aku tau ini aneh. Kenapa aku cemburu dengan pelangganku dan sejak di Surabaya dengan Abang waktu itu, aku juga berhenti dari dunia malam," imbuh Angela dengan air mata membasahi pipi. 

Bayu menarik Angela dalam dekapanya. Menghapus air mata yang tertumpah. 

"Sekarang kamu adalah istriku. Abang memang tidak bisa merubah masalalu. Akan tetapi masa depan masih suci. Udah jangan nangis, cepet tua entar."

"Kalau aku tua apa sudah tidak menarik lagi buat Abang. Apa Bang Bayu akan lebih menghabiskan waktu bersama Gina atau cari wanita muda lain?"

Bayu harus menjawab apa? Bilang quotanya sudah habis karena menikahi Eva, Alena, Gina dan Angela? Dengan demikian rahasianya akan terbongkar bahwa iya sudah tidak hilang ingatan lagi.

"Ini mau honeymoon atau ngajak perang dunia kelima?" Bayu mendengus kesal.

"Maafin Angela, Bang. Seluruh hidupku hanya untuk Abang. Abang yang sudah menyelamatkan hidupku dari kegelapan pada cahaya terang. Berjanjilah untuk tidak pernah meninggalkan aku. Sekalipun Bang Bayu menikah lagi, bosan atau aku berbuat kesalahan. Berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku."

Tubuh Angela gemetar, mendapat pelita terang artinya rela terbakar. 

"Apapun yang terjadi, selamanya kamu istriku. Baik di dunia ini hingga tujuh kehidupan. Abang tidak mau kejernihan hatimu rusak oleh bayangan masa lalu."

Angela memeluk erat suaminya. Sebuah pelukan hangat dan kuat.


Kiranya mungkin ini akan membuat bosan, bagian dari yang tidak penting. Bahkan sebagian wanita banyak membencinya. 

Bagaimana tidak? Setiap wanita pasti ingin menjadi satu-satunya untuk pria tercinta. Sementara aku hanya cabang dahan.

Boleh menolak, juga mengelak saat keadaan tidak sesuai harapan. Aku juga tidak memaksa untuk orang setuju dengan keputusanku. Semua orang bisa memilih dan melakukan apapun.

Hanya perasaan itu tumbuh meski berkali-kali aku coba bunuh. Aku mencintai Bang Bayu sebening air laut Bunaken, semuanya terlihat jelas.  Batin Angela dalam hati. 


Kapal Bersandar Pelabuhan 


Usai kapal bersandar dan mengambil barang bawaan menuju hotel, kedua merasa lega. Bayu rasanya sudah tidak sabar untuk menentramkan kegundahan hati Angela.

"Kamu ingin makan siang di kamar atau diluar, Sayang?" tanyanya saat Angela baru keluar dari kamar mandi membersihkan diri. Tubuhnya yang lelah dalam perjalanan kembali bugar.

"Ngikut Abang aja," tukasnya cepat  langsung mendapat seringaian Bayu yang mempesona.

Ketika suaminya  mengangguk, Bayu bergegas ke kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan cepat. 

Bayu terlihat segar selesai mandi dan ia hanya mengenakan handuk putih saja. Angela meliriknya sekilas.


"Ayuk cari makan, bidadariku…,” bisik Bayu  dekat sekali di muka Angela.  Dari jarak seperti ini, suaminya  itu bisa memandang lekat ke mata perempuan yang selalu memenuhi mimpi-mimpinya.

Mata yang baginya adalah sumber pancaran kehangatan dan keceriaan, sekaligus jendela bagi sebuah hati yang lembut walau tersaput sendu.

"Abang modus..." jawab Angela  dengan berbisik pula. Dibalasnya tatapan itu  dan sejenak keduanya membiarkan jiwa mereka tertaut di jembatan pelangi yang tercipta dari dua pasang mata itu.

"Laper..." bisik Bayu  lagi sambil menghela nafas dalam-dalam menikmati harum segar nafas Angela. Ia seperti sedang menghirup aroma mistis yang membuat dadanya seperti dipenuhi perasaan bahagia semata.

"Sama-sama...,"  jawab Angela  mendesah.

Lalu pagutan tertaut, menu makan siang untuk pembukaan.

Angela  meraih pinggang Bayu, memeluk imamnya dengan sayang, menengadahkan mukanya menawarkan bibir yang merekah basah. Ayo, berikan aku makan siang  jika  memang lapar,  bisik Angela  dalam hati.

Mungkin dengan begitu aku  tidak akan kelaparan. 

"Angela,  kamu jangan bicara yang bukan-bukan lagi, bisa 'kan?"

Bayu membiarkan tubuhnya sedikit terhuyung dipeluk oleh Angela.  Muka bidadarinya itu dekat sekali dengan mukanya. Nafasnya yang harum menerpa bersama aroma alam segar yang amat disukainya.

"Iya..., hidup ini begitu lucu. Saat aku ingin memiliki, Abang. Justru Abang menjauh. Saat aku sudah ikhlas menerima kenyataan, malah Gina memaksa kita menikah. Takdir terkadang seperti pertunjukan drama."


Tanpa ragu, Bayu menumpahkan segala rasa sepenuh hati, menumpahkan segala perasaannya ke mulut perempuan yang sudah menyita hidupnya.


Angela  memejamkan matanya erat-erat, menutup pandangannya dari dunia nyata, membiarkan jiwanya terbang ke alam maya yang penuh ketakjuban. 

Segalanya  terasa hangat dan menentramkan,  membiaskan citra kasih yang merayapi leher, turun ke dadanya, membuatnya melayang seakan berenang-renang di lautan perasaan yang amat dalam.


"Abang bersyukur memilikimu."

Bayu dalam hati berkata: dulu aku bersusah payah merukunkan Eva dan Alena hasilnya berakhir berantakan. Saat aku melepaskan segalanya, Gina dan Angela menjadi istriku. Menyebalkan. 


Angela membiarkan dirinya terlena karena ia ingin pula segera menemukan, makanan apa yang bisa mengenyangkan? Apakah Bayu bisa tercukupi sehinga tidak perlu lagi mencari makanan diluar ataukah ini semacam episode saja dalam hidup yang tidak pernah bisa diduga sepenuhnya?

"Abang lebih suka snorkoling atau diving?" Angela mengoda.

"Suka keduanya. Snorkoling bersamamu membawa kedamaian dan diving menciptakan kebahagiaan."


Perlahan  pasti, keduanya menyatu, saling menghidangkan kelezatan. 

Perlahan pasti pula, kemesraan mereka berkembang berbuah menjadi kehangatan menu badani.

Sementara diluar sana, langit cerah di atas Taman Nasional Bunaken. Tempat ini merupakan taman laut yang menjadi habitat sekitar 390 spesies terumbu karang, berbagai jenis ikan, mamalia laut, reptil, moluska dan mangrove.

Bulan Mei - Agustus adalah musim berkembang biak untuk frola dan fauna di Bunaken. 


Angela  semakin jauh terlena, merasakan desir darahnya bertambah cepat  dan kelezatan  di tubuhnya seperti terbangkit oleh sebuah kekuatan gaib.

Kedua tangannya merangkul leher Bayu, merengkuh tubuh suaminya  agar lebih erat terhenyak ketubuhnya. Nafasnya mulai memburu dan desah gelisahnya mulai terdengar nyata.

Angela  merasakan kelembutan kehangatan tubuh dalam pelukannya bagai gelombang yang membawanya berlayar. 


Lezat sekali rasanya memeluk orang terkasih. Harum tubuh Angela sangat memabukkan, membuat Bayu  terasa berada di salah satu sudut di kahyangan, di mana segalanya cuma keindahan dan kelezatan belaka. Keduanya mulai berenang menyelam ke dasar lautan bening tanpa warna.

Lantas apa yang akan terjadi dengan Lea? Next. 
 

Daftar Isi Novel Cinta Terlarang 


Indeks link:  


(On Going) 


(On Going) 

Selamat membaca dan jangan lupa bahagia. Bersama Bercerita Bisa dan Terimakasih.

Post a Comment for "Lautan Surga Bunaken, Cinta Terlarang Ini Dosa Siapa? Episode 44"